FIAT JUSTICIA ET PEREAT MUNDUS

26 April 2008

Rp 40 M buat renovasi gedung DPR


DPR lagi-lagi berulah. Kali ini tentang renovasi gedung DPR yang menelan dana Rp 40 M. Bayangkan uang sebanyak itu "hanya" untuk renovasi gedung yang sebenarnya belum perlu direnovasi. Uang sebesar Rp 350 jt akan digunakan untuk mengganti karpet ruang Nusantara I dan II. Sisanya digunakan untuk mempercantik ruangan Nusantara III dan perbaikan atap gedung yang katanya sudah retak-retak.
Bayangkan jika uang sebesar itu digunakan untuk merenovasi sekolah-sekolah yang rusak. Bayangkan bila uang sebesar itu digunakan untuk menyantuni rakyat miskin tentu akan lebih bermanfaat. Sayangnya para anggota DPR lebih senang untuk berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang rakyat untuk hal-hal yang belum perlu. Bahkan bukan tidak mungkin sisa dari uang sebesar itu akan dibagi-bagi dengan sesama anggota dewan.

25 April 2008

aliran sesat, hak asasi dan jaminan konstitusi

akhir-akhir ini kita dibuat resah oleh suatu kasus ajaran sesat. kali ini yang menjadi perhatian adalah Ahmadiyah, suatu aliran yang menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi dan Tazkhirah sebagai kitab suci selain Al Quran. seluruh elemen masyarakat pun bergerak menolak keberadaan Ahmadiyah di Indonesia dan menuntut pemerintah segera membubarkannya.
bahkan ormas-ormas itu melakukan tindakan anarkis untuk menolak Ahmadiyah.
pemerintah pun bergerak cepat. BAKORPAKEM segera bersidang dan merekomendasikan Ahmadiyah telah menyimpang dari ajaran Islam. Ahmadiyah diberi waktu 3 bulan untuk "bertaubat" dan membubarkan diri jika tidak akan turun SKB tentang pembubaran paksa Ahmadiyah.
Ahmadiyah pun tidak tinggal diam. mereka balik menuduh pemerintah telah bertindak inkonstitusional. pemerintah dianggap melanggar pasal 29 ayat 2 UUD Negara RI tahun 1945. pemerintah pun seperti kebakaran jenggot. disatu sisi pemerintah ingin menghapus keresahan masyarakat. namun disisi lain pemerintah juga telah melanggar HAM dan bertindak inkonstitusional. hal ini membuat pemerintah bimbang dan cenderung mempertahankan status quo. sementara pemerintah bingung menghadapi situasi ini, masyarakat mulai bertindak makin anarkis. polisi pun diperintahkan untuk menjaga aset dan nyawa pengikut Ahmadiyah. sementara itu, para pemimpin Ahmadiyah bersiap meminta suaka politik ke negara lain bila SKB jadi diterbitkan.
sebenarnya apa kata konstitusi kita tentang hak beragama? pasal 29 UUDN RI 1945 telah secara jelas menyebutkan bahwa indonesia menjamin kemerdekaan tiap-tiap WN untuk memeluk agama dan beribadah sesuai agama dan kepercayaannya itu. tapi kenapa hal ini bisa terjadi? temukan jawabannya dalam seminar nasional yang diadakan oleh Keluarga Muslim Fakultas Hukum UGM yang akan dilaksanakan tanggal 14 mei 2008 di University Center ( UC) UGM, Yogyakarta. Info lebih lanjut menyusul.

14 April 2008

Saya gagal....

yah ngelanjutin cerita blog tgl 11 april...akhirnya gw nekad ngelakuin satu rencana gila..setelah ditolak abis2an spt yg gw ceritain di postingan itu, gw putusin kalo gw ga bakal mundur gw bakal terus maju berjuang sampe akhir...tapi sayang perjuangan itu berakhir antiklimaks...
ceritanya tgl 13 kmrn gw datang ke gsp buat nemuin dia. semua rencana udah fix dan dalam status oke..jadilah jam 11 siang gw sampe di gsp dengan hati mantap..segalanya udah sangat siap bahkan untuk urusan perut dan cuaca yang alhamdulillah lg bagus2nya..
setelah sholat dzuhur di maskam, gw balik lg ke gsp. dengan sabar gw nunggu sampe ujian um selesai jam setengah 2 siang.. sambil iseng2 baca komik Detective Conan yang gw bawa, gw perhatiin keadaan sekitar gw..
tanpa terasa ujian um tinggal tersisa 5 menit.. gw sms dia buat ngasih tau klo gw udah datang n nunggu dia.. selang beberapa menit kemudian ujian berakhir ditandai dengan bunyi gong 3x di gedung FIB.. gw segera berdiri dan siap menunggu dia...agak lama juga gw berdiri nunggu dia...tiba-tiba ada sms masuk dari dia..segera gw baca..intinya dia ga bisa ketemu karena harus segera balik ke semarang...(detil sms nya liat aja di blog fs gw...). gw kaget..gw ga nyangka bisa begini...tapi gw coba untuk tenang..gw pun tetap nunggu dia dengan setengah sabar..akhirnya dia tetap jg ga datang...yasudah..gw pun pulang dengan kepala tertunduk...GW KALAH TELAK!!
gw ga nyangka bisa begini akhirnya...suatu akhir yang sama sekali tidak gw harapkan..mungkin kalo dia nemuin gw saat itu dan gw bisa utarakan hal yang sebenarnya, situasinya pasti berbeda...sumpah gw kecewa berat...pengorbanan dan perjuangan gw sia-sia....
gw pun pulang berharap ketemu dia di tengah jalan...tapi ternyata tidak...gw bales sms dia....bertanya apa ada waktu 5 menit buat gw....dan jawabannya baru dia kirim jam 11 malem.."gi sory ya yg td..yach..gw harap loe bisa ngerti.." begitu balesannya....gw sebenernya masih ada satu ide gila laen....pergi ke semarang..ke sarangnya dia...tapi tentu bukan suatu perkara mudah ke sana...apalagi gw ga punya siapa2 disana...dan rencana gila itu masih gw godog sampe sekarang....kita liat nanti apakah gw punya keberanian buat ke semarang di tengah kekurangan gw....cuma waktu yg bisa menjawab...dan gw blm akan menyerah...

11 April 2008

gagal maning..gagal maning....


aaaaarrrrrrgggghhhhh!!!! kenapa lagi gw???? apa gw blm cukup bertapanya???

sorry gw marah-marah dan blog ini yang jadi sasaran..... ceritanya gini...gw jatuh cinta sama cewek.
kebetulan gw dan cewek ini satu sekolah waktu SMA dulu jadi sudah kenal walau jarang ketemu..dia sekarang kuliah di undip jurusan ilmu keperawatan sedang gw di jogja...
singkat cerita gw jatuh cinta sama dia. gw juga udah lupa gimana gw bisa cinta sama dia. yang jelas gw segera lakukan pdkt....tapi oow...aku ketahuan.....
ya dia udah nyium gelagat aneh dari gw....mulai dari perhatian gw yang ga biasa sampe perilaku gw yg juga ga biasa...
terjadilah apa yang gw takutkan....dia nolak gw mentah2... padahal gw belum nembak dia...dia bilang dia cuma pengen jadi temen aja...gw udah coba jelasin ke dia tapi dia bilang dia bakal ngejauhin gw.....

putus asakah gw? awalnya iya... gw sempet down dan bikin bingung temen2 kos gw...
nyerahkah gw? TIDAK!!! gw mau fight sampe akhir......usaha gw belum abis.......tunggu tanggal mainnya di jogjakarta....

4 April 2008

tragedi megapro yang menghebohkan

malam ini dengan senang hati saya mentraktir beberapa teman kos. yah itung-itung beramal sekali-sekali. lagipula mereka sudah lama tidak makan makanan bergizi. jadilah saya menjamu mereka di rumah makan super pedas yang terkenal seantero jogja. namanya Spesial Sambal.
singkat cerita mereka selesai makan. pulanglah kita ke "markas besar 37a" di pogung kidul. kita semua tukeran motor. temen gw iwan ( FKT UGM) bareng hanung ( FEB UGM), ajie ( FMIPA) bareng dimas ( FT), nah gw sama andar. singkat cerita kita semua misah. gw sama andar cabut dari warung SS paling belakang. tapi ternyata petaka menimpa gw dan andar. semua gara-gara ini nih........

yah motor inilah yang bikin petaka. ceritanya ketika sampai di depan FKU persis disamping pos SKK, motor ini ngadat ga karuan. kebetulan saat itu andar yang bawa. tiba-tiba tuh motor mesinnya mati. langsung deh kita tau kalo itu motor bensinnya abis. parah!!! motor sialan!!!
jadilah kita berdua mendorong motor itu melewati kampus FT yang tanjakannya gelap gulita ditemani rintik hujan yang mulai turun menyirami bumi ( cieeee....so sweet) sedangkan teman yang lain sudah tak terlihat lagi dan mungkin sudah sampai di kos. terbayang tawa setan khas iwan yang bisa membuat semua makhluk hutan mati. ah tapi sudahlah! itu bukan motor saya tapi punya aji..
setelah perjuangan berat sampailah kita di kos. segera saja gw panggil si empunya motor....
dan......si iwan datang dengan tawa setannya.....(sialaan loe, wan!)....dan gemparlah seisi kos apalagi ditambah tampang andar yang tak bergairah.....
bener2 malu2in.....

ini nih tampang para korban motor laknat itu................................................


25 Maret 2008

Menyoal RUUK DIY dan Keistimewaan JOGJA












Awal tahun ini suhu politik mulai memanas. Tidak saja karena pemilu 2009 yang ada di depan mata tapi juga karena polemik soal RUUK DIY yang tak kunjung jelas nasibnya. RUU itu sebenarnya sudah diajukan sejak lama namun pembahasannya oleh DPR selalu tertunda.
Hal ini diperumit dengan pidato Sultan Jogja, Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang menyatakan tidak berminat lagi memimpin DIY. Hal ini langsung menyulut polemik di masyarakat. Banyak rakyat menilai status keistimewaan DIY berakhir bila Sultan lengser dari kursi gubernur. Namun tak sedikit pula yang berpendapat bahwa pidato Sultan hanya sebagai manuver politik untuk "memaksa" pemerintah mengesahkan RUUK DIY.
Di tubuh Dewan pun terjadi perpecahan. Ada yang ingin status istimewa Jogja dipertahankan dengan menetapkan Sultan HB X dan Sri Paku Alam IX sebagai gubernur dan wagub DIY. Ada pula yang ingin dilakukan mekanisme pilkada.
Vox populii, vox Dei. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Rakyat Jogja makin solid mendukung penetapan Sri Sultan HB X sebagai gubernur dan Sri paku Alam IX sebagai wakilnya demi melestarikan status Jogja sebagai daerah istimewa. Anggota dewan yang menolak penetapan pun mulai diam. Sebaliknya anggota dewan yang pro dengan status keistimewaan Jogja mulai mengambil ancang-ancang untuk menggalang dukungan rakyat.
Sejarah mencatat status istimewa bagi Jogja diberikan sebagai hadiah atas jasa kota itu dalam masa Revolusi Fisik. Kesultanan Jogja di bawah pimpinan Sri Sultan HB IX adalah kerajaan pertama yang mengakui berdirinya RI dan menyatakan tunduk kepada NKRI. Bahkan Sultan HB IX secara sukarela mengeluarkan uang kas kesultanan untuk membiayai perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Sultan Jogja pula yang merencanakan Serangan Oemoem 1 Maret yang dilakukan oleh TNI yang berhasil menguasai kota selama 6 jam serta membuat politik luar negeri Belanda gagal total dan terpaksa bersedia kembali ke meja perundingan. Kota Jogja pun pernah menjadi ibukota negara RI dari tahun 1946-1948.
Sebagai balas jasa, pemerintah saat itu menerbitkan peraturan tentang pemberian status daerah istimewa kepada Jogja. Dalam peraturan itu disebutkan bahwa Sultan adalah kepala daerah dan dijabat secara turun-temurun. Jadi dalam peraturan ini tidak ada mekanisme pemilihan.
Agaknya pemerintah harus segera menyelesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut. Perlu diingat pula bahwa masa jabatan gubernur Jogja akan berakhir pada pertengahan tahun ini. Saatnya pemerintah menunjukkan citranya sebagai pengemban amanat rakyat.

BERAS DUNIA NAIK, PETANI TERCEKIK

Harga beras dunia naik hingga menembus level 700 dollar AS per ton! Tentunya hal ini adalah hal yang membahagiakan bagi pedagang besar dan pemerintah. Namun tidak bagi petani. Kenapa?
Penyebabnya karena harga gabah lokal turun sebagai akibat melimpahnya produksi gabah petani. Situasi ini kian membuat petani terpuruk dan makin miskin. Pasalnya harga pembelian dari pemerintah tak sebanding dengan biaya produksi dan harga pasar. Muncul wacana dari Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia, Adi Sasono, untuk mengekspor beras ke luar negeri untuk menekan dan menyalurkan gabah petani agar tidak terlalu memenuhi dalam negeri sekaligus untung meraup untung dari naiknya harga beras dunia. "Momentum kenaikan harus bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk meningkatkan perekonomian", kata Adi Sasono. Petani Indonesia tidak dapat menikmati kenaikan pangan dunia karena menurut Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, Abdul Wahid, "Ketidakmampuan pemerintah menetapkan kebijakan yang tepat".
Suara petani pun tak pernah didengar pemerintah. Hal ini berakibat timbulnya salah perhitungan di pihak pemerintah sehingga merugikan petani. Hal ini tentunya sangat disesalkan oleh banyak pihak. Seperti dalam kasus impor gula misalnya. Kebijakan Departemen Pertanian untuk mendorong pemaksimalan produksi tebu, dikalahkan kebijakan impor gula dari Departemen Perdagangan. Padahal petani tebu sudah "teriak-teriak" bahwa 110.000 ton gula dalam negeri masih mampu dicukupi oleh gula lokal. Dewan Gula pun "terpaksa" mengingkari keputusannya sendiri untuk tidak mengimpor gula dengan meluluskan impor gula sebanyak 110.000 ton itu.
Saat ini pemerintah dituntut untuk segera mengeluarkan kebijakan pertanian sehubungan dengan kenaikan harga pangan dunia. Tentunya ini semata-mata demi kesejahteraan petani dan peningkatan ekonomi Indonesia.